Jumat, 16 September 2016

Batik besurek terkenal dengan keindahan kaligrafinya

Batik besurek terkenal dengan keindahan kaligrafinya. Lahir dan tercipta di kota bengkulu. Kota Bengkulu adalah salah satu kota, sekaligus ibu kota provinsi Bengkulu, Indonesia. Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh kerajaan Inderapura dan kesultanan Banten.

Batik besurek terkenal dengan keindahan kaligrafinya

Batik Besurek adalah batik khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan perpaduan rafflesia sebagai motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu. Asal usul dinamakan Batik Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif-motif bertuliskan kaligrafi Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan.

Batik besurek motif dan perkembangannya di dunia internasional


Berikut ini ada beberapa motif yang biasa digunakan dalam Batik Besurek:

1. Motif kaligrafi merupakan motif yang diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Batik Besurek untuk upacara adat bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca dan memiliki makna, namun sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab yang tidak memiliki makna yang jelas.
2. Motif rafflesia merupakan motif bergambar padma raksasa khas bengkulu. Motif ini sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.
3. Motif burung kuau merupakan kain besurek bergambar burung kuau yang berupa rangkaian huruf-huruf kaligrafi.
4. Motif relung kaku adalah motif Batik Besurek dengan bentuk meliuk-liuk seperti tumbuhan paku.
5. Motif rembulan adalah motif yang dibuat perpaduan antara gambar bulan dengan motif kaligrafi.

Motif Besurek telah berkembang dan tetap dilestarikan keberadaannya. Selain sebagai seragam wajib untuk pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Batik Besurek juga dijadikan pakaian wajib bagi Pegawai Negeri Sipil di wilayah Provinsi Bengkulu sejak tahun 1990. Peraturan yang ditetapkan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu dalam pengembangan dan pelestarian Batik Besurek.

Kain Batik ini gagal masuk warisan budaya Indonesia sebab Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak mengirimkan utusan pada saat sidang warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2014 di Jakarta. Dalam sidang penetapan warisan budaya Indonesia tersebut, Bengkulu mengusulkan tiga jenis kain batik untuk dinominasikan, yakni Batik Besuurek, Kain Lantung, dan Kain Umeak Jang dari Kabupaten Rejang Lebong.

Ketiganya gagal disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dikarenakan dalam pembahasan tersebut tidak dihadiri oleh wakil Pemprov Bengkulu, sehingga usulan tidak dibahas sama sekali. Namun menurut kami, pengesahan hanya sebuah cap dari dunia. Kita sebagai rakyat Indonesia wajib bangga dengan budaya yang sudah mengakar kuat dibanding negara lain.